• This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 5 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2022

Seni Rupa

 

Seni rupa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Seni rupa (bahasa Inggrisvisual artbahasa Belandabeeldende kunst) adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep titikgarisbidangbentukvolumewarnatekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Seni rupa dilihat dari segi fungsinya dibedakan menjadi dua yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan, proses penciptaan seni rupa murni lebih menitik beratkan pada ekspresi jiwa semata misalnya lukisan, sedangkan seni rupa terapan proses pembuatannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu misalnya seni kriya. Sedangkan, jika ditinjau dari segi wujud dan bentuknya, seni rupa terbagi 2 yaitu seni rupa 2 dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar saja dan seni rupa 3 dimemnsi yang memiliki panjang lebar serta ruang.

Foto dari lukisan di kolleksi ASRI, 1971

Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.

Terminologi[sunting | sunting sumber]

Istilah seni rupa pada mulanya diperkenalkan dan dipopulerkan oleh S.Sudjojono ke dalam bahasa Indonesia.[1]

Bidang seni rupa[sunting | sunting sumber]

Seni rupa murni[sunting | sunting sumber]

Patung Pieta oleh Michaelangelo.

Desain[sunting | sunting sumber]

Kriya[sunting | sunting sumber]

Kursi rotan sebagai hasil karya kriya

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

  • Barnes, A. C., The Art in Painting, 3rd ed., 1937, Harcourt, Brace & World, Inc., NY.
  • Bukumirovic, D. (1998). Maga Magazinovic. Biblioteka Fatalne srpkinje knj. br. 4. Beograd: Narodna knj.
  • Fazenda, M. J. (1997). Between the pictorial and the expression of ideas: the plastic arts and literature in the dance of Paula Massano. n.p.
  • Gerón, C. (2000). Enciclopedia de las artes plásticas dominicanas: 1844–2000. 4th ed. Dominican Republic s.n.
  • Oliver Grau (Ed.): MediaArtHistories. MIT-Press, Cambridge 2007. with Rudolf ArnheimBarbara StaffordSean CubittW. J. T. MitchellLev ManovichChristiane PaulPeter Weibel a.o. Rezensionen Diarsipkan 2011-09-28 di Wayback Machine.
  • Laban, R. V. (1976). The language of movement: a guidebook to choreutics. Boston: Plays.
  • La Farge, O. (1930). Plastic prayers: dances of the Southwestern Indians. n.p.
  • Restany, P. (1974). Plastics in arts. Paris, New York: n.p.
  • University of Pennsylvania. (1969). Plastics and new art. Philadelphia: The Falcon Pr.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Sang Ahli Gambar S.Sudjojono dan Kawan-Kawan"www.rupadankata.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-10-26. Diakses tanggal 2018-10-26.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Seni Patung

 

Seni patung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
The Dying Gaul atau The Capitoline Gaul,[1] patung marmer Romawi yang meniru karya periode Helenistik pada akhir abad ke-3 SM, Museum Capitolini, Roma

Seni patung atau seni pahat adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan). Seiring dengan perkembangan seni patung modern, maka karya-karya seni patung menjadi semakin beragam, baik bentuk maupun bahan dan teknik yang digunakan, sejalan dengan perkembangan teknologi serta penemuan bahan-bahan baru.

Seni patung di Asia[sunting | sunting sumber]

Berbagai macam jenis patung terdapat di banyak wilayah yang berbeda di Asia, biasanya dipengaruhi oleh agama Hindu dan Buddha. Sejumlah besar patung Hindu di Kamboja dijaga kelestariannya di Angkor, akan tetapi penjarahan terorganisir yang terjadi berdampak besar pada banyak situs peninggalan di negara itu. Lihat juga Angkor Wat. Di Thailand, kebanyakan patung dikhususkan pada bentuk Buddha. Di Indonesia, patung-patung yang dipengaruhi agama Hindu banyak ditemui di situs Candi Prambanan dan berbagai tempat di pulau Bali. Sedangkan pengaruh agama Buddha ditemui di situs Candi Borobudur.

Di India, karya patung pertama kali ditemukan di peradaban Lembah Indus (3300-1700) SM. Ini adalah salah satu contoh awal karya patung di dunia. Kemudian, setelah Hinduisme, Buddhisme dan Jainisme berkembang lebih jauh, India menciptakan patung-patung tembaga serta pahatan batu dengan tingkat kerumitan yang besar, seperti yang terdapat pada hiasan-hiasan kuil Hindu, Jain dan Buddha.

Artifak-artifak yang ditemukan di Republik Rakyat Tiongkok berasal dari sekitar tahun 10.000 SM. Kebanyakan karya patung Tiongkok yang dipajang di museum berasal dari beberapa periode sejarah, Dinasti Zhou (1066-221 SM) menghasilkan bermacam-macam jenis bejana perunggu cetak dengan hiasan yang rumit. Dinasti Qin (221-206 SM) yang terkenal dengan patung barisan tentara yang dibuat dari terracota. Dinasti Han (206 SM - 220AD) dengan patung-patung figur yang mengesankan kekuatan. Patung Buddha pertama ditemui pada periode Tiga Kerajaan (abad ketiga). Yang dianggap sebagai zaman keemasan Tiongkok adalah periode Dinasti Tang, pada saat perang saudara, patung-patung figur dekoratif dibuat dalam jumlah banyak dan diekspor untuk dana peperangan. Kemudian setelah akhir Dinasti Ming (akhir abad 17) hampir tidak ada patung yang dikoleksi museum, lebih banyak berupa perhiasan, batu mulia, atau gerabah—dan pada abad 20 yang gegap gempita sama sekali tidak ada karya yang dikenali sebagai karya patung, meskipun saat itu terdapat sekolah patung yang bercorak sosial realis pengaruh Soviet di awal dekade rezim komunis, dan pada pergantian abad, para pengrajin Tiongkok mulai mendominasi genre karya patung komersial (patung figur miniatur, mainan dsb) dan seniman garda depan Tiongkok mulai berpartisipasi dalam seni kontemporer Eropa Amerika.

Di Jepang, karya patung dan lukisan yang tak terhitung banyaknya, sering kali di bawah sponsor pemerintah. Kebanyakan patung di Jepang dikaitkan dengan agama, dan seiring dengan berkurangnya peran tradisi Buddhisme, jenis penggunaan bahannya juga berkurang. Selama periode Kofun (abad ketiga), patung tanah liat yang disebut haniwa didirikan di luar makam. Di dalam Kondo yang berada di Horyu-ji terdapat Trinitas Shaka (623), patung Buddha yang berupa dua bodhisattva serta patung yang disebut dengan Para Raja Pengawal Empat Arah. Patung kayu (abad 9) mengambarkan Shakyamuni, salah satu bentuk Buddha, yang menghiasi bangunan sekunder di Muro-ji, adalah ciri khas dari patung awal periode Heian, dengan tubuh berat, dibalut lipatan draperi tebal yang dipahat dengan gaya hompa-shiki (ombak bergulung), serta ekspresi wajah yang terkesan serius dan menarik diri. Sekolah seni patung Kei, menciptakan gaya patung baru dan lebih realistik.

Keberadaan seni patung di Asia menggambarkan corak kehidupan budaya masyarakat berdasarkan segi ekonomi, hukum, sosial dan alam. Seni patung adalah hasil karya dari seniman yang memiliki kualitas dan kemampuan spasial dalam bidang seni. Seni patung di Indonesia adalah karya seni yang diciptakan dengan fungsinya sendiri-sendiri. Contohnya di Bali perkembangan patung digunakan untuk bersembahyang berbeda dengan daerah lain. Seni patung juga banyak digunakan sebagai monumen yang mengabadikan peristiwa penting atau menghormati tokoh, terutama pejuang kemerdekaan.

Seni patung di Eropa[sunting | sunting sumber]

Romawi Yunani Klasik[sunting | sunting sumber]

Seni patung klasik Eropa merujuk pada seni patung dari zaman Yunani KunoRomawi kuno serta peradaban Helenisasi dan Romanisasi atau pengaruh mereka dari sekitar tahun 500 SM sampai dengan kejatuhan Roma pada tahun 476 AD, istilah patung klasik juga dipakai untuk patung modern yang dibuat dengan gaya klasik. Patung-patung klasik Eropa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Figur badan penuh: berupa laki-laki muda atletis atau wanita telanjang.
  2. Portrait: menunjukkan tanda-tanda usia atau karakter yang kuat.
  3. Memakai kostum serta atribut dewa-dewi klasik
  4. Peduli dengan naturalisme didasari dengan observasi, sering kali memakai model sungguhan.

Bentuk patung telanjang biasanya diterima secara luas oleh masyarakat, didasari pada lamanya tradisi yang mendukungnya. Tapi adakalanya, ada yang berkeberatan dengan tema ketelanjangan ini, biasanya dari kalangan fundamentalis moral dan relijius. Contohnya, beberapa patung Yunani koleksi Vatikan dihilangkan penisnya.

Periode Gothik[sunting | sunting sumber]

Mata rantai yang menghubungkan seni, dalam hal ini adalah arsitektur, Eropa zaman pertengahan (Gothik) dengan seni arsitektur Romawi disebut dengan periode Romanesque. Karya seni patung Gothik awal adalah dari pengaruh agama Kristen, serta lahir dari dinding gereja dan biara. Patung yang terdapat di Chartres Cathedral (sekitar th. 1145) di Prancis merupakan karya patung awal zaman Gothik. Di Jerman, terdapat di Cathedral Bamberg dari tahun 1225. Di Inggris, karya patung hanya terbatas pada yang dipakai pada batu nisan serta dekorasi non figur (sebagian ini disebabkan karena ikonoklasme Cistercian). Di Italia, masih dipengaruh bentuk-bentuk zaman klasik, seperti yang terdapat pada mimbar Baptistery di Pisa serta di Siena.

Renaisans[sunting | sunting sumber]

Pada zaman renaisans, seni patung juga turut dihidupkan kembali, bahkan dalam beberapa kasus lebih dulu dibandingkan dengan karya seni lain. Salah satu tokoh penting dalam masa ini adalah Donatello, dengan karya patung perunggunya, David (jangan keliru dengan David-nya Michelangelo). Ini merupakan karya patung awal zaman Renaisans. Demikian juga dengan Michelangelo yang selain membuat patung David, juga membuat Pietà. Patung David dari Michelangelo merupakan satu contoh gaya kontraposto dalam menggambarkan figur manusia. Masih ada beberapa periode dari zaman renaisans ke modernisme yang dipengaruhi oleh perubahan politik, gerakan kebudayaan atau hal lain, yaitu periode mannerismebaroque dan neo klasik.

Modernisme[sunting | sunting sumber]

Auguste Rodin merupakan salah satu pematung Eropa terkenal dari awal abad 20. Ia sering kali disebut sebagai seniman patung Impresionis. Seni patung modern klasik kurang berminat pada naturalisme, detail anatomi atau kostum dan lebih tertarik pada stilisasi bentuk, demikian juga pada irama volume dan ruang. Seiring dengan perkembangan waktu, gaya seni patung modern klasik kemudian diadopsi oleh dua penguasa totalitarian Eropa: Nazi Jerman dan Uni Soviet. Sementara di kawasan Eropa lain, gaya ini berubah menjadi bersifat dekoratif/art deco (Paul ManshipCarl Milles), stilisasi abstrak (Henry MooreAlberto Giacometti) atau lebih ekspresif. Gerakan modernis dalam karya seni patung menghasilkan karya Kubisme, Futurisme, Minimalisme, Instalasi dan Pop art.

Seni patung kontemporer[sunting | sunting sumber]

Patung domba

Di zaman sekarang di mana seni kontemporer mulai berkembang pesat, patung bisa menjadi semacam 'seni pertunjukan'. Misalnya di beberapa tempat seperti Tiongkok, Jepang, Kanada, Swedia dan Rusia diadakan festival patung es yang diselenggarakan secara berkala. Istilah patung kinetik dipakai untuk patung yang dirancang untuk bisa bergerak. Beberapa seniman yang membuat karya patung kinetik adalah: Marcel DuchampAlexander CalderGeorge Rickey dan Andy Warhol.By Gregorius Michael Setiabudi.

Seni patung di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Seni patung di Indonesia adalah seni yang diciptakan dengan fungsinya sendiri - sendiri. contohnya di Bali patung digunakan untuk bersembahyang berbeda dengan daerah lain. Seni patung juga banyak digunakan sebagai monumen yang mengabadikan peristiwa penting atau menghormati tokoh, terutama pejuang kemerdekaan. Kelahiran Seni patung modern Indonesia diawali oleh para seniman (antara lain Hendra Gunawan, Trubus, Edhi Soenarso, dll) yang membuat karya-karya patung pahatan dari batu vulkanik di Yogyakarta, pada tahun 50-an. Berbagai patung figuratif itu sebagian masih ada di halaman gedung DPRD D.I Yogyakarta. Seni patung modern baru dikembangkan dan dipelajari secara akademik setelah adanya Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) di Yogyakarta.

Pematung Indonesia[sunting | sunting sumber]

  1. ^ en.museicapitolini.org Diarsipkan 2017-09-03 di Wayback Machine. (in Italian).

Jumat, 18 November 2022

Seni Lukis

 1. Seni lukis adalah sebuah pengembangan dari menggambar, memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Ciri khas ini didasarkan pada tema, corak atau gaya, teknik, bahan, dan bentuk karya seni tersebut. 


2. Melukis adalah kegiatan mengolah media dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk kesan tertentu dengan melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh. Sebuah lukisan harus dapat menerjemahkan apa yang ada dalam objek, tema, atau gagasan secara representatif. 


3. Lukisan adalah suatu pengalaman artistik yang ditumpahkan dalam bidang dua dimensi dengan menggunakan warna dan garis. 



Tujuan seni lukis yaitu :

1. Religius

Berlangsung sejak zaman nenek moyang. Lukisan bisa mendekatkan diri dengan Sang Pencipta sebagai pelindung, penjaga dan pengampun dosa. Berikut contoh lukisan religius berupa cap tangan di goa leang leang : 




2. Kritik Sosial

Kesenjangan sosial, peristiwa politik, ketidakberdayaan, dan perilaku kehidupan lain dalam masyarakat bisa menjadi ide berkarya seni lukis. Objek lukisan berupa simbol atau perumpamaan yang dikaitkan dengan peristiwa. 



Kritik yang disampaikan berupa kritik yang bersinggungan dengan pemerintah, lembaga sosial, atau pemegang kekuasaan setempat. Berikut contoh lukisan kritik sosial oleh Joko Pekik yang berjudul berburu celeng : 




3. Ekspresi

Lukisan menjadi media ekspresi dan media mencurahkan emosi/perasaan. Coretan garis dan warna merupakan perwujudan dari dorongan emosi dan gejolak jiwa pelukisnya, sehingga pelukis tidak hanya mengutamakan keindahan. 


Baca Juga: Materi Seni Budaya Kelas 8 Bab 9 Membuat Poster

Lukisan ini menampilkan ekspresi yang sempurna, penggambaran tentang emosi, gejolak hawa nafsu, dan bisikan seperti topeng-topeng yang mengelilingi kehidupan manusia. Lukisan potret diri dan topeng kehidupan :




4. Komersil

Lukisan yang dijual di pinggir jalan dengan warna mencolok dan didominasi oleh lukisan pemandangan, mengutamakan aspek komersil sehingga bentuk dan gayanya cenderung mengikuti selera pasar.


Aliran dan gaya seni lukis :

1. Representatif

Representatif adalah perwujudan gaya seni rupa menggunakan keadaan nyata pada kehidupan masyarakat dan gaya alam. Gaya seni rupa yang termasuk dalam representatif yaitu : 


a. Naturalisme

Aliran seni rupa yang penggambarannya alami atau sesuai dengan keadaan alam, melukiskan segala sesuatu dengan alam nyata, sehingga perbandingan perspektif, tekstur, atau warna dan gelap terang dibuat dengan teliti, lebih indah dari kenyataannya.


Pelukis yang beraliran naturalisme yaitu Basuki Abdullah, Abdullah Suryobroto, dan sebagainya.


Berikut contoh Lukisan gaya naturalisme Karya Basuki Abdullah :




b. Realisme

Aliran yang memandang dunia apa adanya tanpa menambah atau mengurangi objek, penggambarannya sesuai kenyataan hidup. Pelukis yang beraliran realisme yaitu Trubus, Wardoyo, Tarmizi, S. Sudjojono dan Dullah. Berikut contoh lukisan realisme berjudul pelabuhan “Tanjung Priok“ : 




c. Romantik

Aliran seni rupa yang bersifat imajiner, melukiskan cerita yang romantis, peristiwa yang dahsyat atau kejadian yang dramatis. Pelukis bergaya romantisme yaitu Raden Saleh, Fransisco Goya, dan Turner. Berikut contoh lukisan berjudul “Penangkapan Pangeran Diponegoro” karya Raden Saleh : 




d. Ekspresionisme

Aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa sang perupa, spontan ketika melihat objek karyanya. Pelukis beraliran ekspresionisme yaitu Vincent Van Gogh dan Affandi, berjudul “Barong dan Leak.”


Barong dan Leak merupakan bagian kebudayaan masyarakat Bali. “Barong” merupakan simbol kebaikan,“Leak” merupakan simbol kejahatan. 


Baca Juga: Materi Seni Budaya Kelas 7 Bab 1 Menggambar Flora, Fauna, dan Alam Benda

e. Impressionisme :

Aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat obyek dilukis. Perupa beraliran impressionalisme yaitu Claude Monet, Georges Seurat, Paul Cezanne, Paul Gauguin, dan S. Sudjojono.


f. Surealisme :

Aliran seni lukis yang menggunakan bentuk dan warna seperti dalam mimpi, pelukis mengembangkan daya khayalnya untuk menyampaikan pikiran dan perasaan melalui bentuk-bentuk karyanya. Pelukis yang beraliran surealisme yaitu Salvador Dali, Ivan Sagita, Agus Kamal, dan Boyke Aditya. 


2. Nonrepresentatif

Nonrepresentatif adalah perwujudan aliran seni lukis yang menekankan unsur formal, struktur, unsur rupa, dan prinsip estetik. Gaya seni lukis nonrepresentatif berupa susunan garis, bentuk, bidang, dan warna yang terbebas dari bentuk alam. 


Seniman yang berkarya nonrepresentatif yaitu Wassily Kandinsky, Yuan Mirro, W. De Kooning, Amry Yahya, Fajar Sidik, But Mochtar, dan Sadali.


Tema seni lukis :

1. Manusia Dengan Dirinya Sendiri, misalnya lukisan potret diri, seperti gambar berikut : 




2. Manusia dengan Manusia Lain, berikut contohnya : 




3. Manusia dengan Alam Sekitarnya, Seperti pemandangan gunung, laut, sungai, sawah, hutan, perkampungan, perkotaan, binatang, dan sebagainya; berikut contohnya : 




4. Manusia dengan Alam Benda, ada benda yang berbentuk silindris, kubistis, organis, berbentuk bebas seperti gelas, cangkir, kendi, teko, vas bunga, guci, botol, sepatu, lemari, meja kursi, buah-buahan, bunga, dan lainnya. berikut contohnya : 




5. Manusia dengan Aktivitasnya, berikut contoh lukisannya : 




6. Manusia dengan Alam Khayal, berikut contoh lukisannya : 




Alat dan Bahan Karya Seni Lukis :

Pastel dan krayon

Cat (pewarna)

Kuas

Pisau palet

Palet cat air

Kanvas

Teknik yang digunakan dalam melukis yaitu :

1. Lukisan Cat Air (Aquarel), adalah melukis dengan sapuan warna tipis, sehingga hasilnya transparan, media untuk bahan cat air adalah kertas, berikut contoh lukisan aquarel : 


Baca Juga: Materi Seni Budaya Kelas 8 Bab 7 Teknik Dasar Pantomim



2. Mozaik, adalah teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca yang berwarna-warni pada media lukisan, sehingga membentuk objek tertentu, berikut contoh lukisan mozaik : 




3. Lukisan kaca, menggunakan kaca, timah, kuningan, dan tembaga sebagai penyambungnya, sehingga membentuk lukisan, berikut contoh lukisan kaca : 




4. Lukisan Batik, tekniknya yaitu menutupi permukaan kain dengan lilin atau malam batik. Kain yang tertutup lilin yang membentuk titik garis bidang atau ruang sebelum jadi sebuah gambar, dan hasil akhir dicelup ke larutan pewarna, berikut contoh batik : 




Proses atau langkah melukis yaitu :

Memunculkan Gagasan

Membuat Sketsa, Sketsa adalah gambar awal yang akan dijadikan atau dibuat lukisan. Sketsa inilah yang kemudian diselesaikan menjadi sebuah lukisan yang sempurna, sketsa biasanya hanya berupa goresan global tidak mendetail dari sketsa yang kita buat akan tergambar apa yang akan kita ungkapkan.

Menentukan Media Berkarya (Bahan dan Alat)

Menentukan Teknik

Mewarnai dan Menyempurnakan Lukisan, Mewarnai sketsa dengan goresan tipis pada objek pokok (positif) dan latar belakangnya (negatif). Menyempurnakan lukisan dengan kontur, penyinaran, (spot light), penegasan, dan penentuan gelap terang.

Daftar Pustaka : 


Milasari, Heru S., Siti M., & Jelmanto. 2018. Seni Budaya SMP/MTs IX. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.